Selasa, 27 Mei 2008

Dunia Mata’un
Qolil & Ghurur

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Siapa yang ingin mencari jalan hidup carilah jalannya orang-orang yang telah mati (Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in). Karena hati mereka lebih bersih, ilmu mereka dalam, mereka lebih paham betul tentang ajaran islam dan lebih dekat dengan Nabi. Siapa yang mencari jalan hidup pada orang-orang yang masih hidup, ingat mereka itu tidak lepas dari jeratan fitnah. (Syareh Aqidah At-Thohawiyah, Muhammad ibnu Abi Al-Izz Ad-Damasky: 546).
Suatu saat Nabi Muhammad e berjalan dengan sahabat, di tengah pertemuan ia menemukan bangkai kambing yang cacat. Lalu bangkai itu ia tawarkan kepada Sahabat.” Siapa yang mau membali bangkai ini,“ para sahabat balik bertanya: “Ya Rosulullah, siapa yang mau membeli bangkai tesebut? ”Rosulullah e menjawab: “Nah, ingatlah dunia itu lebih hina dari pada bangkai itu“.

Allah berfirman:

Artinya: “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri, itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah Jahannam, dan Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat”.
[QS Al-Imron : 196-197].

(Lihat juga surat Al-Imron: 185, dan surat An-Nisaa’: 77.)

PERKATAAN ULAMA’

1. Imam Al-Qurthuby: “Orang-orang kafir memiliki putaran operasi bisnis dan harta kekayaan yang besar di suatu negri, sehingga sendi ekonomi kaum muslimin sempat goyah, lalu turunlah ayat ini agar orang musalim tidak terpedaya oleh orang-orang kafir. [Tafsir Al-Qurthuby, Imam Qurthuby, 4 / 319-320]

2. Imam Al-Alusi: “ada yang mengatakan kondisi ini karena pengaruh global program orang-orang yahudi. [Tafsir Ruhul Ma’any, Imam Al-Alusi, 2 / 171-172].

MATA’UN QOLIL DAN GHURUR MERUPAKAN SIFAT DAN KEADAAN DUNIA

Didalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa sifat dunia selalu di iringi dengan kata-kata mata’un qolil dan mata’ul ghurur yang mempunyai arti:

1. Suatu yang sedikit, akan lenyap dan hilang.
2. Cepat hancur
3. Imam Qotadah mengatakan: “Kenikmatan yang remeh, demi Allah jika ia dimiliki seseorang nantinya akan runtuh, maka ambilah kenikmatan itu untuk selalu taat kepada Allah semampu kamu.

4. Ali bin Abi Tholib: “halus-lembut-lunak jika di pegang dan racunnya cukup mematikan, dalam riwayat yang lain beliau meyebutkan: “Nampaknya menjanjikan kebahagiaan padahal di dalamnya mencelakakan. [Ibid,2/146-147]

5. Said Hawa mengatakan: “Remeh kondisinya, hina perkaranya, sedikit, rusak,dan hilang nantinya. [Tafsir Asasut Tafsir, Said Hawa, 2 / 96]


6. Imam Al-Qosimi: “Kenikmatan yang sedikit karena waktunya hanya sekejab. Kondisinya jelas-jelas akan rusak dan hilang, maka orang-orang mukmin yang telah dijanjikan oleh Allah berupa kehidupan ahkerat (surga) ia tidak akan tertarik sama sekali dengan mata’un qolil itu. [Tafsir Al-Qosimi, 4/329].

7. Said bin Jubair: “Dunia itu mata’ul ghurur artinya kenikmatan yang melengahkan manusia menuju kehidupan ahkeratnya. [Jamiul ulum wal hikam, Imam Ibnu Rojab, 2 /193].



PERINGATAN ULAMA’ TENTANG DUNIA

1. Iman Ahmad: “Suatu hari yang membahagiakan adalah saat di pagi hari, rumah keluargaku tidak punya apa-apa (makanan, miniman, dll)”.

2. Basyr bin Al-Harits: “Siapa cinta dunia, sebenarnya ia hanya kan memperpanjang hisab di hadapan Allah di hari kiamat nanti “.

3. Hasan Al-Basri: “Sebaik-baik dunia adalah dunia yang di isi oleh orang-orang beriman, karena ia mengambil hanya sedikit dan dijadikanya sebagai bekal ke ahkerat. Seburuk-buruk dunia adalah dunia yang di isi oleh orang-orang munafiq, karena mereka mensia-siakannya dengan dosa, dan mereka gunakan untuk menabung bekal ke neraka.

Wallahu a’lamu

Tidak ada komentar: